Tampilkan postingan dengan label Monolog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Monolog. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Juli 2021

Menulislah





Sudah lama banget ya ga nulis lagi di blog ini. Mari kita mulai tinggalkan jejak yang lebih banyak untuk dibaca dikemudian hari sebagai salah satu 'resep' muhasabah dikemudian hari ketika diri ini lalai bahkan menjauh dari kebiakan... Astaghfirullah.. jangan sampai terjadi.

Sekarang saya hanya ingin memulai untuk meyakinkan diri sendiri melanjutkan buku yang sudah lama tidak digarap, hehe udah jaman kapan tau  ya itu tulisan.

Sedikit flashback, berawal dari buku Menggenggam Bara Islam, keinginan menulis semakin kuat dan akhirnya diputuskan sebuah judul buku Oprekmind. Greget mau nulis tapi ga punya ide. Walhasil, tertunda hingga kurang lebih 7 tahun  belum cetak juga. Drama juga terjadi saat proses penyusunannya, file hilang tanpa back-up pun menjadi alasan tidak melanjutkan karya. 

Hampir saya kubur tulisan itu dan keinginan untuk jadi penulis karena terkikis oleh aktivitas lain. Sampai suatu hari seorang guru mengatakan carilah dengan cara apa engkau bisa berkontribusi untuk umat. Keinginan lama kembali saya tanam. Ya. Saya harus menulis!!! Meski tidak mahir, tapi saya suka menulis. 

Guru saya menyebutkan ketika sudah menetapkan untuk berkarya dengan cara seperti apa, maka carilah King Pin agar punya sosok ahli yang bisa membimbingmu, bahkan kita,terlebih saya harus siap dibimbing, dimarahi, dikritik dll...


Wahhh. Kira-siapa yang akan saya jadikan sosok dan jadi pembimbing nulis saya? Hmmm mikir keras, Alhamdulillah, qadarullah Allah pertemukan dengan sosok penulis yang luar biasa, Maa syaa Allah, dan singkat cerita saya dibimbing oleh beliau. 


Alhamdulillah, intinya jika kita mengupayakan, In syaa Allah ada jalan. Yang terpenting adalah konsisten untuk melakukan apa yang kita lakukan. Sedikit apapun pergerakan yang kita lakukan, teruslah bergerak agar tak menggenang dan menguap begitu saja sisa usiamu. (Nasihat untuk saya)


Sambil ditemani alunan yang Mood booster, Renegades OOR

Sabtu, 15 November 2014

Suara Hati Alifa

Bagaikan Mentari yang merindukan bersua dengan rembulan,
Bagai malam yang mendamba datangnya siang,
Semua tak ‘kan pernah terjadi,
Mentari taat pada Penciptanya
Rembulan pun demikian,
Matahari dan rembulan tak mampu berjanji tuk bersua

Sabtu, 12 Juli 2014

Memahami Ciptaan-Nya



Berawal dari perbincangan dengan seorang sahabat yang konsen dalam dunia pengobatan Timur. Tepatnya hari rabu pada bulan Juli sekitar jam 10-an. Saya merasa terhenyak akan penjelasan tentang bagaimana cara memahami diri sendiri (khususnya memahami tubuh kita).
Sekedar ingin berbagi ilmu. Perbincangan itu sangat menarik dan membuat saya tertampar keras. Mengapa? Karena ternyata selama ini tanpa di sadari saya telah menzalimi tubuh ini. Betapa tidak? Dengan ketidaktahuan akan bagaimana cara menjaga kesehatan yang baik, hasilnya tubuh titipan Allah ini saya sia-siakan. “Maafkan saya wahai tubuh”.

Amanah




Kadang kita dipercaya untuk melakukan sesuatu yang ‘asing’ dimana kita tidak pernah ada pengalaman sebelumnya. Untuk pertama kalinya ada rasa pesimis yang menyelubungi hati. “Tidak bisa” “saya tidak mahir” “saya kurang terampil dalam bidang ini” 

Monolog



Saat itu saya duduk menikmati sejuknya sepoi angin yang menerpa dedaunan dan kadang terasa dingin menyusup pori kulit. Diiringi alunan merdu dari kicau burung yang saling bersahutan. Mungkin ini yang disebut 'alam raya bertasbih' -dalam Lagu Opick- 
Sungguh hari yang indah. Jarang saya memperhatikan ciptaan Allah yang Indah disekeliling.