Bagai malam yang mendamba
datangnya siang,
Semua tak ‘kan pernah terjadi,
Mentari taat pada Penciptanya
Rembulan pun demikian,
Matahari dan rembulan tak mampu
berjanji tuk bersua
I'm muslim, so don't panic!!! Raih Kemuliaan dengan Terus Memperjuangkan Tegaknya Aturan Islam secara Kaffah Meski Badai Menghadang... Keep Fight!!!
Hari Jumat lalu tepatnya pada tanggal 25 Juli pada sore hari
saya dan kedua sahabat tengah menikmati perjalanan "Mudik" -alias
mulih ka udik atau mundur dikit- hehehe
Sekedar ingin berbagi
ilmu. Perbincangan itu sangat menarik dan membuat saya tertampar keras. Mengapa?
Karena ternyata selama ini tanpa di sadari saya telah menzalimi tubuh ini. Betapa
tidak? Dengan ketidaktahuan akan bagaimana cara menjaga kesehatan yang baik,
hasilnya tubuh titipan Allah ini saya sia-siakan. “Maafkan saya wahai tubuh”.
Saat itu saya duduk menikmati sejuknya
sepoi angin yang menerpa dedaunan dan kadang terasa dingin menyusup pori kulit. Diiringi alunan
merdu dari kicau burung yang saling bersahutan. Mungkin ini yang disebut 'alam
raya bertasbih' -dalam Lagu Opick-
Semangat adalah hal yang positif untuk bekal dalam menjalani setiap aktivitas yang hendak
kita lakukan. Akan tetapi, ada yang perlu kita waspadai kawan! Semangat yang
menggebu tanpa didampingi oleh kesadaran tinggi akan alasan mendasar mengapa
kita melakukan suatu aktivitas akan menjadikan aktivitas kita tidak
berkelanjutan dan berjalan secara berkesinambungan. Modal semangat menggebu
saja bak jerami yang terbakar, menyala dan menghasilkan kobaran api yang besar
akan tetapi akan cepat padam dan lenyap dan menyisakan debu yang pada akhirnya
terbang tertiup angin begitu saja.
Sebagai sebuah prolog, dulu aku sangat membenci
menangis apapun alasannya. So, Don't Cry!!! Mengapa demikian? Karena menangis
bagiku adalah penampakkan sifat lemah dan aku tak suka dikatakan lemah.
Terlebih dikaitkan dengan sifat wanita yang dikatakan dengan lemah dan cengeng apabila tengah menghadapi sesuatu
yang rumit.